I Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Studi Kasus : 1. Seseorang harus mampu mengajukan pertanyaan yang baik dan mampu untuk menginterpretasikan jawaban-jawaban. 2. Seseorang harus dapat menjadi pendengar yang baik dan tidak terperangkap oleh prakonsepsi sendiri. 3. memberikanbimbingan, petunjuk dan arahan penulis selama PPL di SMK PGRI 2 Malang. 5. Dra. Hj. Sulistyowati selaku konselor yang selalu memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan studi kasus ini sebagai salah satu tugas pelaksanaan PPL 6. Bapak dan Ibu guru serta staf karyawan SMK PGRI 2 Malang yang Adapunkarakteristik pelayanan bimbingan dan konseling ditaman kanak - kanak dapat dilakukan dengan cara: 1. Proses bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan pola pikir dan pemahaman anak, pelaksanaan bimbingan dan konseling bagi anak usia dini relative cukup sulit untuk dilaksanakan. Konselorini mengendalikan dan sekaligus melaksanakan berbagai layanan dan kegiatan bimbingan konseling yang menjadi tanggung jawabnnya. Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya itu konsellor menjadi"pelayan" bagi pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh, khusunya bagi terpenuhinya kebutuhan tujuan-tujuan perkembangan masing-masing peserta didik sebagaimana disebutkan Khairani(2), Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Il mu Pendidikan, Universitas Negeri Padang . 3 . masalah si swa demi ter tanganinya kasus d engan . baik dan tuntas. Prayitno (1997:39 Bimbingandan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental atau fisus individu terhadap penyesuaian dirinya dirumah maupun disekolah, dan yang menjadi faktor timbulnya masalah pada individu adalah kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan. c. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan .

contoh studi kasus bimbingan konseling dan penyelesaiannya